Open Kitchen, Siapa Takut?

oleh: Anissa Q. Aini

Open Kitchen, Siapa Takut?

Dapur terbuka atau open kitchen , biasa ditemui di restoran atau cafe. Mengapa tidak mencoba mengaplikasikan ide ini di rumah?

Belakangan banyak restoran dan cafe di Indonesia menggunakan konsep open kitchen . Konsep ini rupanya dianggap dapat menarik lebih banyak konsumen. Dengan konsep dapur terbuka seperti ini, setiap kegiatan di dalamnya, bisa terlihat oleh pelanggan. Mulai dari kegiatan menyiapkan bahan, hingga mengolahnya menjadi makanan. Konsep demikian juga bertujuan untuk menunjukkan kualitas bahan dan pengolahan makanan, dari restoran atau cafe yang bersangkutan.

Konsep open kitchen  terbilang unik, mengingat di Indonesia, masih banyak orang beranggapan bahwa dapur tabu dilihat oleh tamu. Seiring berkembangnya zaman, dalam kehidupan modern terutama di perkotaan, anggapan demikian sudah tak lagi berlaku. Menjamu tamu langsung di dapur, sudah bukan lagi hal aneh. Meski demikian masih segelintir orang yang berani mengaplikasikan konsep open kitchen, di rumah.

Dapur berkonsep terbuka memang memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah pemilik dapur, harus menjaganya tetap bersih dan rapi. Pasalnya, setiap sudut dapur akan terlihat jelas oleh siapapun yang melaluinya. Rasa malu dan tak nyaman tentu akan timbul, jika dapur terlihat kotor dan berantakan.

Biasanya dapur berkonsep demikian ditempatkan berdekatan atau bersebelahan dengan ruang publik, seperti ruang keluarga. Sebagai pembatas, digunakan dinding kaca. Bisa juga dengan membuat konsep bar, yang pasti dengan konsep open kitchen , setiap kegiatan di dapur dapat terlihat jelas.

Salah satu tips membuat open kitchen  yang “aman”, terutama bagi mereka yang belum percaya diri mengaplikasikannya, adalah dengan membagi dapur menjadi dua area, bersih dan kotor. Dapur bersih cenderung jarang berantakan, karena kegiatan yang berlangsung di sini, biasanya hanya seputar menyajikan makanan. Oleh karena itu, dapur bersih bisa “dipamerkan” dengan konsep terbuka. Sedangkan dapur kotor, dimana banyak kegiatan yang meninggalkan kotoran, bisa tetap “tersembunyi.”

Open kitchen , selain unik, juga menjadi salah satu solusi membuat ruangan terasa lebih lega. Ruangan-ruangan yang dibuat menerus, atau menggunakan pembatas transparan, akan tampak lebih luas. Bagi mereka yang tinggal di apartemen, konsep ini bisa jadi pilihan jitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s